29/12/09

ARTIKEL: Menyingkap Kiamat 2012




Lapisan bumi retak. Tanah merekah dan amblas di mana-mana. Tidak sekadar menciptakan efek gempa maksimal berskala 13 richter, melainkan juga benar-benar menjungkirbalikkan dan menelan apa pun yang ada di muka bumi. Gedung-gedung bertumbangan, memperlihatkan efek domino yang tragis. Jalan-jalan beton patah dan amblas, melumat setiap mobil yang ada di atasnya.
Sejurus kemudian, hujan meteor berdiameter 3-6 meter jatuh dari balik awan yang bergelantungan di langit biru. Hantamannya menimbulkan getaran. Semuanya menghunjam bumi, menimbulkan lubang-lubang yang membara. Seiring dengan itu, permukaan laut naik, menimbulkan gelombang setinggi ribuan meter. Dahsyat, hingga puncak Himalaya pun tak luput dari empasannya.
Kemana pun makhluk hidup menghindar, mereka seperti dikejar malaikat maut. Sebuah gambaran kiamat yang sempurna. Itulah trailer film 2012 karya Roland Emmerich, yang Agustus nanti bisa ditonton publik. Sebelumnya, Emmerich menggarap sejumlah film penuh efek, seperti Independence Day, The Day After Tomorrow, dan 10.000 B.C. Cuplikan kiamat 2012 yang bisa diunduh melalui internet itu demikian banal dan verbal.
Tidak demikian dengan Knowing, film thriller garapan sutradara asal Mesir, Alex Proyas (The Crow, Dark City, dan I, Robot), bernuansa supranatural ini berkisah tentang penyelamatan segelintir manusia pilihan dari bencana kehancuran bumi. Pada menit-menit akhir film, penonton disuguhi bencana superekstrem. Detik-detik ketika radiasi panas matahari menjilat permukaan bumi. Dorongannya mengempaskan dan membakar apa saja yang dilewati. Tak satu pun bisa selamat. Bahkan mereka yang menghindar dan bersembunyi di perut bumi sekalipun.
Kiamat sebenarnya bukan monopoli telaah ilmuwan. Sejumlah agama dan keyakinan tradisional bahkan memuat nubuat akhir zaman itu. Gambaran kemusnahan dunia yang tak disangka menjelang penghakiman terakhir, digambarkan dengan cara apokaliptis. Momen sakral itu tidak saja diyakini secara harafiah, bahkan –oleh para penganut tiga agama samawi (Yahudi, Kristen, dan Islam)– dipahami dengan kacamata iman.
Belakangan, demam 2012 melanda publik. Diawali dengan munculnya puluhan buku tentang penyingkapan tahun 2012. Antara lain: 2012: Mayan Year of Destiny, Beyond 2012: Catastrophe or Awakening?, 2012: Science or Superstition, The Mystery of 2012: Prediction, Prophecies, and Possibilities, How To Survive 2012, Unlocking the Secrets of 2012, dan Fractal Time: The Secret of 2012 and a New World Age.
Sejumlah penulis mengungkap bakal terjadinya kiamat pada 2012. Bencana itu bisa terjadi karena berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Pemicunya: perubahan drastis yang terjadi di muka bumi karena pemanasan global, erupsi supervulkanik, pergeseran medan magnet bumi, koyaknya perisai magnet bumi, radiasi panas matahari, tubrukan antarplanet, hingga efek badai awan antarbintang.
Dari sejumlah karya, buku Apocalypse 2012: An Investigation into Civilization’ s End tulisan Lawrence E. Joseph –yang telah diterjemahkan dan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama– bisa menjawab keingintahuan mengenai kiamat 2012. Penulis tidak saja menyuguhkan cerita Armageddon dari aspek ramalan bangsa Maya, melainkan juga mengajak pembaca berkelana memasuki rahasia bumi, matahari, tata surya, kosmis, galaksi, dan luar angkasa.
Joseph tidak saja menggali isi buku, jurnal ilmiah, hasil simposium, hingga ramalan dukun terkait 2012. Ia juga mencari pengetahuan pada sejumlah temuan misi luar angkasa NASA (badan antariksa Amerika Serikat) dan ESA (badan antariksa Eropa). Tak ketinggalan pula, ia berusaha menyingkap tabir rahasia 2012 dengan bertanya kepada para fisikawan dan ilmuwan luar angkasa yang tergila-gila pada prospek 2012.
Di dunia internet, ratusan situs meramaikan pro dan kontra soal ramalan bangsa Maya. Bahkan resep teknis dan spiritual dalam menghadapi kiamat pun tersajikan. Yang paling menarik adalah penjelajahan memasuki ranah astronomi. Bagaimana superorganisme seperti bumi mengalami evolusi dalam interaksi dengan matahari, planet lain, serta energi dan materi yang ada di ruang angkasa.
Mengapa 2012?
Angka 2012 mendadak menggetarkan banyak orang. Muncul karena bangsa Maya –berdasarkan sistem “perhitungan panjang”-nya- - meramalkan bahwa pada 21 Desember 2012 (21/12/12) akan terjadi gangguan pada rotasi bumi. Pada waktu itu, tata surya, dengan matahari sebagai pusatnya, akan menutupi pemandangan pusat galaksi Bimasakti dari bumi. Ini terjadi setiap 26.000 tahun sekali.
Ketika itu terjadi, maka terputusnya pancaran dari pusat galaksi akan merusak mekanisme normal di bumi dan tata surya. Konsekuensi fenomena itu adalah bencana dan dislokasi dalam skala global karena pergeseran konfigurasi planet, sekecil apa pun. Tentu, sebagai sebuah ramalan, kebinasaan yang bakal terjadi pada 2012 adalah prospek. Bisa terjadi, tapi ada kemungkinan luput.
Bahkan, kalaupun bencana itu tiba, belum tentu seluruh permukaan bumi luluh lantak dan semua kehidupan musnah. Namun skenario terburuk telah menjadi pemikiran banyak ilmuwan dan astronom. Sebab kini tugas ilmu pengetahuan tidak sekadar membongkar rahasia alam semesta. Meramalkan, memprediksi, dan mencari alternatif keluarnya secara ilmiah adalah sebagian dari tanggung jawab para ilmuwan.
Kini para ilmuwan terus sibuk mencari korelasi bintik matahari dan ledakan-ledakan surya yang lain dengan fenomena di muka bumi, seperti badai, topan, letusan vulkanik, dan berbagai gempa besar. Lebih dari 10 satelit penelitian matahari diluncurkan sejak Helios I dan II mengangkasa pada pertengahan 1970. Mayoritas satelit dikirim NASA dan ESA. Pada 1980, misalnya, misi Maksimum Matahari dikirim guna mengamati aktivitas surya pada puncak daur bintik matahari.
Lalu, pada 1990, satelit Ulysses diluncurkan dengan tujuan khusus pada bagian tertentu spektrum matahari, seperti sinar-X, ultraviolet, dan angin surya. Satelit yang disponsori NASA dan ESA itu, menurut kantor berita Reuters, 30 Juni lalu, akan segera mengakhiri tugasnya. Misi tersebut berumur empat kali lebih lama dari prediksi semula. Satelit sebesar mobil VW itu, dengan kecepatan 56.000 kilometer per jam, telah menempuh perjalanan hampir 8,85 milyar kilometer atau sepadan dengan tiga kali putaran orbit matahari.
Diperkirakan, ketika jarak Ulysses dengan matahari sekitar 705 juta kilometer, transmisi kontak wahana tak berawak dengan bumi itu akan mati. Ed Smith, peneliti di laboratorium pendorong jet NASA, Pasadena, California, menyatakan bahwa data yang diperoleh selama misi memperlihatkan gambaran yang belum pernah ada mengenai siklus aktivitas matahari dan tata surya serta konsekuensinya. “Hal itu akan menjadi bahan riset para peneliti untuk beberapa tahun mendatang,” katanya, seperti dikutip Reuters.
Lebih dari 1.000 artikel ilmiah dan dua buku dihasilkan dari informasi yang diperoleh Ulysses. Selain mengungkap adanya angin surya dan faktor-faktor penyebabnya, Ulysses juga mendalami partikel-partikel yang dipancarkan matahari ke seluruh tata surya. Ternyata aliran kuat partikel-partikel sub-atom yang memancar dari surya hingga 1 juta mil per jam berkurang hingga level terendah dalam 50 tahun terakhir.
Data berharga lainnya adalah info mengenai kawasan kutub matahari, debu antariksa di tata surya, planet Jupiter, dan objek transitnya. Info baru yang bisa diketahui manusia, menurut Ed Smith dari NASA, adalah soal heliosfer. “Ulysses telah memformat ulang pengetahuan soal heliosfer dan menyuguhkan informasi tentang lingkungan sekitar tata surya yang belum banyak terungkap,” ujar Smith.
Heliosfer adalah selubung pelindung yang dihasilkan matahari melalui anginnya bagi bumi dan tujuh planet lain yang mengitarinya. Angin surya itu berperan menyapu radiasi dan sinar kosmik yang datang dari galaksi lain. Secara teori, heliosfer yang melemah akan membuat masuknya sinar kosmik ke tata surya makin besar. Radiasi sinar kosmik yang makin kuat tentu makin membahayakan para astronot ketika berada di luar angkasa.
Ancaman Bintik Surya
Selain Ulysses, generasi satelit terbaru yang memelototi aktivitas surya dalam relasinya dengan bumi adalah SOHO (Solar and Heliospheric Observatory –Pengamatan Surya dan Heliosfer) yang meluncur pada 2 Desember 1995. Tugas utamanya adalah mengidentifikasi lontaran CME (coronal mass ejections) atau ledakan bintik matahari, letupan surya, angin surya, dan semacamnya, yang menuju ke bumi. Info itu berguna bagi para ilmuwan untuk mengupayakan perlindungan terhadap satelit, pembangkit listrik surya, dan berbagai teknologi yang sensitif terhadap surya.
Faktanya, kini hanya sedikit satelit yang diberi perisai letupan surya dengan alasan mahal, tidak praktis, dan membatasi fungsi satelit. Bisa dibayangkan, jika serentetan badai surya massif terjadi sepanjang 2012, maka kelumpuhan telekomunikasi kamersial karena gangguan pada satelit-satelit akan terjadi. Kini SOHO terus memberikan informasi ke kontrol misi yang dikelola NASA di Goddard Space Flight Center di Maryland, tak jauh dari Washington.
CME adalah gas awan superpanas yang keluar dari surya dan melesat melalui ruang antarplanet. Ia menciptakan gelombang kejut yang meningkatkan kecepatan beragam partikel. Banyak proton di depannya terkena efek desakan dan menghasilkan badai proton. CME bergerak dengan kecepatan 1.000 sampai 2.000 kilometer per detik. Jika CME mengarah ke bumi, efeknya akan dirasakan satu atau dua hari kemudian.
Dua dasawarsa ini memang menjadi momen bagi para ilmuwan untuk mengerubuti matahari, pusat tata surya, yang ribuan tahun dimengerti manusia sebagai sumber stabilitas dan energi bagi kehidupan. Untuk menyelidiki struktur magnetik –termasuk bintik matahari yang muncul di permukaan surya– maka meluncurlah TRACE (Transition Region and Corona Explorer). Penjelajah Kawasan dan Korona Transisi ini akan melengkapi RHESSI (Reuven-Ramaty High Energy Solar Spectroscopic Imager –Pencitraan Spektroskopi Surya Kekuatan Tinggi Reuven-Ramaty) , yang menyajikan citra sinar-X dan sinar gama letupan surya sejak 2002.
Bahkan, sejak 2003, University of Colorado, dengan Laser and Spectrum Physics Laboratory, mengoperasikan satelit SORCE (Solar Radiation and Climate Experiment) untuk menjawab rasa penasaran atas efek matahari terhadap atmosfer bumi. SORCE akan ditemani armada satelit STEREO yang diluncurkan NASA, satelit Yokoh B yang diluncurkan badan antariksa Jepang, dan Solar Dynamics Observatory (SDO) milik NASA.
Satelit STEREO berfungsi bak sepasang mata yang menyediakan gambar tiga dimensi CME. Lalu Yokoh B akan menyediakan gambar-gambar resolusi sangat tinggi pada kejadian di matahari. Sedangkan SDO bertugas mengurai dampak kejadian di matahari terhadap bumi.
Belakangan, ada pemikiran yang didasarkan pada temuan ilmiah bahwa planet-planet, termasuk bumi, membantu timbulnya bintik matahari dan sekaligus dipengaruhi olehnya. Konfigurasi dan jajaran planet memberi pengaruh besar kepada matahari. Pengetahuan tentang konfigurasi planet dan efek energinya terhadap tata surya terus berkembang, tidak sekadar dalam tataran astrologi atau ilmu ramalan, melainka juga ranah ilmiah murni.
Tim inti ilmuwan angkasa mengemukakan bahwa planet bumi secara reguler memancarkan pengaruh elektromagnetik dan gravitasi yang signifikan terhadap matahari. Perlu dipahami bahwa surya berkarakter cair dan lembek, sehingga lebih rentan terhadap tarikan magnetik dan gravitasi. Empat planet dalam yang berada di sisi matahari seolah dibatasi asteroid yang memisahkan Mars dan Jupiter. Dari empat planet dalam, yakni Merkurius, Venus, bumi, dan Mars, ternyata bumi memiliki massa terbesar, medan gravitasi terkuat, dan medan magnet terbesar.
Dengan demikian, relasi matahari-bumi berjalan dua arah. Ada sistem umpan balik energik antara matahari dan bumi yang melahirkan berbagai fenomena menarik nan dahsyat. Topan, letusan vulkanis, gempa bumi, dan kejadian iklim/seismik lain pada saat sejumlah besar energi dilepaskan tak lain adalah efek hubungan bumi mempengaruhi dan dipengaruhi bintik matahari. Ada pergeseran pandangan bahwa tidak hanya matahari yang mempengaruhi bumi, melainkan ada hubungan energi dua arah, meskipun pengaruh matahari jelas lebih besar.
Nah, apa yang terjadi jika efek saling mempengaruhi medan magnet itu terjadi pada 11 planet, plus matahari. Matahari, 10 planet tata surya, termasuk planet X terbaru, dan bulan –satelit bumi– saling menarik. Pengaruh terbesar muncul jika gabungan planet berada dalam posisi segaris 0 derajat atau bisa saja membentuk bujur sangkar 90 derajat. Sejumlah konfigurasi mampu memicu keretakan lapisan luar matahari dan mengaduk-aduk isinya.
Richard Michael Pesichnyk dan ilmuwan angkasa lainnya memegang keyakinan bahwa sudut antarplanet menentukan pengaruh relatif planet-planet. Demikian pula, pusat massa tata surya tidak berada di inti matahari. Pusat massa itu selalu berubah, sebagai dampak pola orbit dan jajaran planet. Menurut Thomas Burgess, fisikawan kuantum benda-benda padat, jajaran planet dapat bergerak ke titik yang hanya berjarak 1 juta mil atau 1,6 juta kilometer dari matahari.
Jika hal itu terjadi, matahari akan mengembung ke arah pusat massa tata surya. Semakin besar daya tarik gravitasi terhadap matahari, semakin besar pula kemungkinan permukaan matahari merekah dan bocor, melepaskan apa yang disebut “radiasi terpenjara”, yang puluhan ribu tahun terperangkap dalam selubung luar matahari.
Pada kondisi normal, radiasi itu merambat dari matahari secara stabil dan hampir konstan. Namun, ketika permukaan matahari terkoyak, “radiasi terpenjara” itu akan meletup, menimbulkan ledakan besar. “Radiasi terpenjara dapat lolos dari matahari lewat robekan atau gelembung negatif,” kata Burgess, seperti dikutip Lawrence E. Joseph. Gelembung negatif itu berwujud cekungan di permukaan matahari. Kondisi ini membuat radiasi akan mudah menembus massa yang lebih sedikit.
Runyamnya, menurut perhitungan Burgess, jumlah total terbesar daya tarik-menarik planet-planet terhadap matahari bakal terjadi pada akhir 2012. Bintik surya maksimum yang diperkirakan terjadi tahun itu akan makin memperburuk situasi karena bakal membantu desakan matahari dengan tekanan maksimum.
Di samping itu, kutub magnetik matahari yang berganti posisi setiap 22 tahun, pada puncak setiap daur kedua, diprediksi akan terjadi pada 2012. Hal ini bakal meningkatkan ancaman bahaya. Kemungkinan ledakan besar mematikan akan dialami bumi sejak kemunculan manusia.
Perisai Magnetik Bumi Terkoyak
Daya serangan radiasi matahari itu akan makin besar ketika medan magnet pelindung bumi ternyata juga terkoyak. Para ahli geofisika telah lama meneliti rekahan sebesar California yang muncul di medan magnet pelindung bumi dari Hermanus Magnetic Observatory, Tanjung Barat Daya, Afrika Selatan. Pieter Kotze, seorang ahli geofisika di Magnetic Observatory, telah mendokumentasikan penipisan medan magnet pelindung bumi.
Kotze mendapatkan data itu melalui komputer canggih yang dapat menganalisis data dari sensor elektromagnetik yang tertanam di bawah tanah. Medan magnet bumi berasal dari perputaran inti besi cair bumi. Memang hukum inersia dan hukum yang mengatur listrik serta magnetisme tidak bisa dianulir. Namun medan magnet pelindung yang membentengi permukaan bumi dari radiasi proton dan elektron yang berlebihan tidak bersifat abadi.
Berlimpahnya radiasi surya ternyata juga akan menghalangi sinar kosmis. Padahal, sinar kosmis berupa partikel dan gelombang luar angkasa yang sangat aktif berperan dalam sebagian besar formasi awan di sekitar bumi. Awan, terutama yang melayang rendah, membantu menghalangi radiasi inframerah panas dari matahari. Proses ini sangat membantu menjaga permukaan bumi tetap dingin.
Terkoyaknya medan magnet bumi atau magnetosfer adalah sebuah ancaman. Pasalnya, medan magnet bumi berfungsi memantulkan radiasi surya dan menyalurkannya ke sabuk yang mengelilingi atmosfer luar planet bumi. Magnetosfer ini berupa medan elektromagnetik raksasa yang menyembur dari kedua kutub, laiknya perilaku bijih besi di sekitar magnet batang dan mengembang jauh di atmosfer.
Menurut Kotze, medan magnet antarplanet (interplanetary magnetic field, yang pada intinya merupakan medan magnet yang memancar dari matahari, juga mempengaruhi ukuran dan bentuk magnetosfer. Ternyata medan magnet antarplanet bisa memperkuat magnetosfer dengan masukan energi surya. Pada waktu lain, medan magnet antarplanet menekan medan magnet bumi, membuat makin padat, membelokkannya, dan bisa mengoyaknya.
Perisai pelindung bumi itu secara elementer bertugas melindungi organisme hidup di permukaan bumi. Magnetosfer bumi menyalurkan radiasi surya ke dua sabuk, yang dikenal sebagai sabuk radiasi Van Allen. Sabuk yang ditemukan James A. Van Allen melalui Explorer I dan Explorer II pada 1958 itu terbentang pada ketinggian 10.000 hingga 65.000 kilometer.
Dalam pandangan Lawrence E. Joseph, banyak ilmuwan yang belum menemukan jawaban mengapa medan magnet mulai menipis. Perkiraan terbesar, karena adanya turbulensi di medan magnet antarplanet sampai kekacauan fluktuasi inti cair bumi. Fenomena penipisan itu mengundang spekulasi bertukarnya posisi kedua kutub planet bumi. Riset terhadap sampel inti es dan sedimen dari dasar laut mengindikasikan bahwa kutub magnetik pernah bertukar tempat. Terakhir kali terjadi kira-kira 780.000 tahun lalu.
Pergeseran kutub itu membawa konsekuensi dahsyat pada muka bumi. Geolog William Hutton menyatakan, pergeseran kutub tipe kemerosotan mantel bumi akan memicu pergeseran awal ekuator di atas permukaan bumi. Ketika ekuator bergerak memasuki daerah baru di permukaan bumi, kawasan itu akan mengalami perubahan daya sentrifugal dan ketinggian permukaan laut.
Gejala ini akan menyebabkan pembagian baru daratan dan laut serta akan terjadi gerakan tektonis di kerak bumi. Bencana seismik dan tektonis pun bakal sulit terhindarkan.
Meskipun pergeseran itu akan terjadi dalam waktu lama, yang pasti, memudarnya medan magnet bakal melemahkan efek perlindungannya. Permukaan bumi akan jauh lebih rentan terhadap radiasi, yang terus membombardir dari luar angkasa.
Kejadian alam yang mengagetkan para ilmuwan adalah retaknya perisai radiasi surya dan kosmis selama sembilan jam, sepanjang 160.000 kilometer, yang dikenal dengan sebutan anomali Atlantik Selatan. Menurut Kotze, penipisan medan magnet bumi kemungkinan memicu penipisan lapisan ozon. Ini terjadi, ketika radiasi proton matahari menembus perisai magnetik bumi, reaksi kimia di atmosfer terpengaruh. Suhu pun meningkat tajam dan tingkat ozon di stratosfer menurun drastis.
Penipisan ozon itu akan membuat atmosfer menjadi lebih mudah ditembus sinar ultraviolet matahari. Bencana lebih besar tak bisa diprediksi. Terutama ketika bumi menuju pergolakan abnormal solar maksimum, yang diproyeksikan terjadi pada 2012. Radiasi surya dan kosmis akan memicu berbagai persoalan kesehatan, jaringan listrik, iklim, dan lingkungan hidup.
Memasuki Badai Awan Energi
Pengetahuan manusia mengenai penciptaan terus berkembang. Ketika ilmu pengetahuan belum matang seperti saat ini, kisah penciptaan seperti pada Kitab Kejadian mendominasi hampir selama dua abad. Kini ledakan besar (big bang) diyakini sebagai awal alam semesta. Alam semesta pun mengembang secara merata ke segala penjuru. Tidak ada yang tetap diam di alam semesta ini, baik dari dimensi panjang, lebar, tinggi, maupun waktu.
Pada konteks alam semesta yang dinamis dan terus bergerak, menurut Dr. Alexey Dmitriev, ahli geofisika dari Russian Academy of Science, bumi pada saat ini tengah berada dalam zona bahaya galaksi. Dmitriev adalah geofisikawan yang memiliki 200 publikasi akademis, kebanyakan tentang geofisika dan meteorologi, baik tentang bumi maupun planet lainnya.
Pada saat mengorbit pusat galaksi, matahari dengan tata suryanya melewati berbagai area angkasa yang berbeda. Beberapa di antaranya memiliki energi lebih besar dibandingkan dengan yang lain. Dmitriev mengingatkan, kini hujan badai antarbintang sedang dilewati tata surya. Bisa dipahami bahwa meningkatnya aktivitas surya adalah akibat langsung meningkatnya aliran materi dan energi ketika tata surya memasuki awan energi antarbintang.
Dmitriev mengemukakan tiga hal di alam semesta yang selama ini dikesampingkan para ilmuwan ortodoks. Tiga hal itu adalah kondisi dinamis dan tambahan media antarplanet, dampak energi dari konfigurasi planet-planet tata surya, serta adanya impuls dari pusat galaksi. Tiga hal itu begitu mempengaruhi bumi.
Bumi, selain berotasi sendiri dan mengelilingi matahari, juga bagian dari tata surya yang bergerak di orbit tak dikenal melalui galaksi Bima Sakti, yang juga berkelana di alam semesta. Ketika tata surya mengorbit dan ikut berkelana menumpang galaksi Bima Sakti, diyakini oleh sebagian fisikawan bahwa saat inilah tata surya memasuki awan energi.
Tata surya ibarat pesawat yang menjelajah dan mulai memasuki turbulensi antarbintang. Ini terjadi karena adanya ruang antarbintang yang sifatnya heterogen. Seperti objek yang melewati media lain, heliosfer (tata surya) yang masuk ke ruang antarbintang lain menciptakan gelombang kejut. Kekuatan gelombang akan bertambah besar ketika heliosfer memasuki kawasan angkasa yang lebih padat. Gerakan ini, menurut Dmitriev, bakal membentuk aliran materi dan energi dari ruang antarplanet ke tata surya.
Energi yang disuntikkan ke kawasan antarplanet bisa mengejutkan matahari secara inkonsisten, membebani medan magnet bumi, dan memperparah pemanasan global di bumi. Fenomena awan energi antarbintang ini juga menjadi kajian Vladimir B. Baranov. Ilmuwan Rusia ini mengembangkan model matematis heliosfer berdasarkan data dari Voyager.
Model Baranov itu, dari telaah para ilmuwan Rusia, Eropa, dan Amerika Serikat, mengindikasikan kaitan hingga 96% antara data Voyager, informasi NASA dan ESA, serta evaluasi dasar energi dan ruang yang dikerjakan Dmitriev. Isinya dugaan bahwa heliosfer akan berada dalam gelombang kejut selama 3.000 tahun selanjutnya. Sejumlah observasi pada planet-planet luar sejak 2006 memperlihatkan sejumlah anomali.
Uranus dan Neptunus mengalami pergeseran kutub magnetik. Jupiter memperlihatkan efek gelombang kejut dan melipatgandakan medan magnetnya hingga melebar sampai ke Saturnus. Bahkan, sejak Maret 2006, muncul bintik merah baru di Jupiter, seukuran bumi. Di lokasi bintik merah, yang disebut Oval BA, itu kini terjadi badai elektromagnetik tanpa henti.
Efek gelombang kejut itu juga dialami planet-planet dalam. Atmosfer Mars, misalnya, semakin padat. Komposisi kimia dan kualitas optikal atmosfer Venus berubah menjadi makin bercahaya. Juga matahari, yang berada di pusat heliosfer, karena susunan materinya menjadi lebih rentan terhadap efek energi dibandingkan dengan planet lain. Bumi sendiri –dan planet yang lain– berada dalam bahaya ganda sebagai dampak langsung gelombang kejut dan pergolakan yang muncul di matahari.
Menurut hipotesis Gaia Lovelock, yang dikemukakan Gaia James Lovelock, pada prinsipnya bumi berupa superorganisme. Ia bukan bongkahan batu dan air yang tak bernyawa. Esensi hipotesis itu adalah sistem umpan balik negatif, di mana biosfer menyesuaikan dan mengatur dirinya sebagai kompensasi atas gangguan eksternal.
Nah, mekanisme adaptif biosfer ketika memasuki badai awan energi itu bisa berupa apa saja. Jika tiba-tiba panas karena memasuki awan energi antarbintang, biosfer akan mencari jalan untuk mendinginkan tubuhnya. Salah satu jalan adalah dengan ledakan supervulkanik, yang bisa membawa bumi pada zaman es. Tantangan biosfer bakal makin besar karena awan energi antarbintang juga akan menyuntikkan kilat dan gelombang panas, cahaya, serta radiasi elektromagnetik ke sistem iklim bumi.

27/12/09

ILMU FAWATIH AS-SUWAR WA KHAWATIM

Wednesday, November 26, 2008
BAB I
PENDAHULUAN
Studi atas Al-Quran telah banyak dilakukan oleh para ulama dan sarjana tempo dulu, termasuk para sahabat di zaman Rasulullah saw. Hal itu tidak lepas dari disiplin dan keahlian yang dimiliki oleh mereka masing-masing. Ada yang mencoba mengelaborasi dan melakukan eksplorasi lewat perspektif keimananm historis, bahasa dan sastra, pengkodifikasian, kemu’jizatanm penafsiran serta telaah kepada huruf-hurufnya.
Kondisi semacam itu bukan hanya merupakan artikulasi tanggung jawab seorang Muslim untuk memahami bahasa-bahasa agamanya. Tetapi sudah berkembang kepada nuansa lain yang menitikberatkan kepada studi yang bersifat ilmiah yang memberikan kontribusi dalam perkembangan pemikiran dalam dunia Islam. Kalangan sarjana Barat banyak yang melibatkan diri dalam pengkajian Al-Quran, dengan motivasi dan latar belakang kultural maupun intelektual yang berbeda-beda.
Al-Quran sebagai diketahui terdiri dari 114 surat, yang di awali dengan beberapa macam pembukaan (fawatih al-suwar) . di antara macam pembuka suratyang tetap aktual pembahasannya hingga sekarang ini huruf muqatha’ah. Menurut Watt, huruf-huruf yang terdiri dari huruf-huruf alphabet (hijaiyah) ini, selain mandiri juga mengadung banyak misterius, karena sampai saat ini belum ada pendapat yang dapat menjelaskan masalah itu secara memuaskan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Fawatih al-Suwar
1. Pengertian Fawatih al-Suwar
Dari segi bahasa, fawatihus suwar berarti pembukaan-pembukaan surat, karena posisinya yang mengawali perjalanan teks-teks pada suatu surat. Apabila dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah, huruf cenderung ‘menyendiri’ dan tidak bergabung membentuk suatu kalimat secara kebahasaan. Dari segi pembacaannya pun, tidaklah berbeda dari lafazh yang diucapkan pada huruf hijaiyah.
Ibnu Abi Al Asba’ menulis sebuah kitab yang secara mendalam membahas tentang bab ini, yaitu kitab Al-Khaqathir Al-Sawanih fi Asrar Al-Fawatih. Ia mencoba menggambarkan tentang beberapa kategori dari pembukaan-pembukaan surat yang ada di dalam Al-Quran. Pembagian karakter pembukaannya adalah sebagai berikut.Pertama, pujian terhadap Allah swt yang dinisbahkan kepada sifat-sifat kesempurnaan Tuhan. Kedua, yang menggunakan huruf-huruf hijaiyah; terdapat pada 29 surat. ketiga, dengan mempergunakan kata seru (ahrufun nida), terdapat dalam sepuluh surat. lima seruan ditujukan kepada Rasul secara khusus. Dan limayang lain ditujukan kepada umat. Keempat, kalimat berita (jumlah khabariyah); terdapat dalam 23 surat. kelima, dalam bentuk sumpah (Al-Aqsam); terdapat dalam 15 surat.[1]
2. Macam-macam fawatih al-suwar
Beberapa ulama telah melakukan penelitian tentang pembukaan suratAlquran, diantaranya sebagai yang dilakukan al-Qasthalani. Ia mengiventarisirFawatih al-Suwar menjadi sepuluh macam. Sementara Ibn Abi al-Isba dalam kitabnya al-Khaqatir al-Sawanih fi Asrar Fawatih, hanya menyebutkan lima saja.
a. Pembukan dengan pujian kepada Allah (al-istiftah bi al-tsana).
Pujian kepada Allah ada dua macam, yaitu:
1) Menetapkan sifat-sifat terpuji kepada Allah (al-itsbat shifat al-madhiy) dengan menggunakan salah satu lafal berikut.
a) Memakai lafal hamdalah, yakni dibuka dengan (الحمد لله), yang terdapat dalam 5 surat.
b) Memakai lafal (تبارك), yang terdapat dalam 2 surat.
2) Mensucikan Allah dari sifat-sifat negatif (tanzih ‘an sifat naqshim) dengan menggunakan lafal tasbih, (يسبح\سبح\سبح\سبحن) sebagai yang terdapat dalam 7 surat.
Berdasarkan uraian di atas, ternyata masing-masing surat tersebut menetapkan sifat-sifat yang negatif. Surat-sufat yang diawali dengan pujian ini memiliki tasbih itu merupakan monopoli Allah. Dalam hal ini, tasbih dimulai dengan mashdar dan selanjutnya diikuti dengan fi’il. Ini semua dimaksudkan agar mencakup seluruh tasbih, sekaligus menunjukkan betapa ajaibnya Al-Quran itu.
b. Pembukaan dengan huruf-huruf yang terputus-putus (Istiftah bi al-huruf al-muqatha’ah).
Pembukan dengan huruf-huruf ini terdapat dalam 29 suratdengan memakai 14 huruf tanpa diulang, yakni (ا\ي\هـ\ن\م\ل\ك\ق\ع\ك\ص\س\ر\ح)
Penggunan huruf-huruf tersebut dalam pembukaan surat-surat Alquran disusun dalam 14 rangkaian, yang terdiri dari kelompok berikut:
1) Kelompok sederhana, terdiri dari satu huruf, terdapat dalam 3 surat, yakni (ص) (QS. Shad); (ق) (QS. Qaf); dan (ن) (QS. Nun).
2) Kelompok yang terdiri dari dua huruf, tedapat dalam 3 surat, yakni (حم) (QS. Al-Mu’min; QS. Al-Sajdah; QS. Al-Zukhruf, QS. Al-Dukhan; QS. Al-Jatsiyah; dan QS.Al-Ahkaf; (طه) (QS. Thaha);(طس) (QS. Al-Naml); dan (يس) (QS. Yasin).
3) Kelompok yang terdiri dari tiga huruf, yakni (الم) QS. Al-Bqarah, QS. Ali Imran, QS. Al-Ankabut, QS. Al-Rum, QS. Luqman dan QS. Al-Sajdah); (الر) (QS. Yunus, QS. Hud, QS. Ibrahim, QS. Yusuf, dan QS. Al-Hijr, dan (طسم) (QS. Al-Qashash dan QS. Al-Syu’ara).
4) Kelompok yang terdiri dari empat huruf, yakni (الر) (QS. Al-Ra’ad) dan (المص) (QS. Al-A’raf). Kelompok yang terdiri dari lima huruf, yakni rangkaian ((كهيعص (QS. Maryam) dan (حم عسق) (QS. Al-Syuara).
c. Pembukaan dengan panggilan (al-istiftah bi al-nida).
Nida ini ada tiga macam, yaitu nida’ untuk nabi, nida untuk kaum mukminin dan nida untuk umat manusia.
d. Pembukaan dengan kalimat (jumlah) khabariah (al-istiftah bi al-jumal al-khabariayyah).
Jumlah khabariyyah di dalam pembukaan surat ada dua macam, yaitu:
1) Jumlah ismiyyah
Jumlah ismiyyah yang menjadi pembuka surat terdapat 11surat, yaitu: (a) (براءة من الله ورسوله) (Inilah pernyataan)pemutusan hubungan dari Allah dan rasul-Nya (QS. Al-Taubah). (b) (سورة انزلناها وفرضناها) (ini adalah) satu surat yang Kami nuzulkan dan kami wajibkan (QS. Al-Nur); (c) (تنزيل الكتاب من الله العزيز الحكيم) /Kitab Alquran ini dinuzulkan oleh Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS. Al-Zumar); (d) (الذين كفروا زصلوا عن سبيل الله) (orang-orang kafir dan menghalang-halangi (manusia), dari jalan Allah), (QS. Muhammad); (e) (ان فتحنالك فتحا مبينا) / Sunngguh kami telah, memberikan keapdamu kemenangan yang nyata (QS. Al-Fath); (f) (الرحمان علم القران) /Alah Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan, (QS. Al-Rahman); (g) (الحاقة ماالحاقة) / Kiamat, apakah hari kiamat itu? (QS. Al-Haqqa); (h) (ان ارسلنانوحا الي قوم) /Sungguh telah mengutus Nuh kepada kaumnya (QS. Nuh) ; (i) (انا انزلنه في ليلة القدر) /Sungguh telah menurunkannya (Alquran) pada malam al-Qadr (QS. Al-Qadr); QS. Al-Qadr; (j) (القارعة ما القارعة) /Hari Kiamat, apakah Hari kiamat itu?(QS. Al-Qari’ah); (k) (انا اعطيناك الكوثر) /Sungguh kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak (QS. Al-Kawtsar).
2) Jumlah fi’liyah
Jumlah fi’liyah yang menjadi pembuka surat-surat Alquran terdapat dalam 12 surat, yaitu (a) (يسئلونك عن الانفال) /Mereka bertanya kepadamu tentang pendistribusian harta rampasan perang (QS. Al-Anfal); (b) (اتي امرالله فلا تستعجلوه) /Telah pasti datangnya ketetapan Allah itu, maka janganlah minta disegerakan (QS. Al-Nahl), (c). (اقترب للناس حسابهم) /Telah dekat datangnya saat itu (QS. Al-Qamar); (d) (قدافلحل المئمنون) /Sungguh beruntung orang-orang yang beriman (QS. Al-Mukminun; (e) (اقتربت الساعة) /telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalam mereka (QS. Al-Anbiya); (f) (قدسمع الله قول التي تجادلك) /Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpanya (QS. Al-Ma’arij); (g) (لاقسم بيوم القيامة) /Aku bersumpah dengan hari kiamat(QS. Al-Qiyamah); (h) (لااقسم بهذا البلاد) /Aku bersumpah dengan kota ini, Makkah (QS. Balad); (i) (عبس وتولي) /Dia (Muhammad) bermuka Masam dan berpaling (QS. ‘Abasa) (j) (لم يكن الذين كفروا من اهل الكتاب) /Dia Orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan agamanya (QS. Al-Bayyinah); (k) (الهاكمتكاثر) /Bermegah-megahan telah melalaikan kamu (QS. Al-Takatsur).
Adapun hikmah dan rahasia adanya pembukaan surat-surat dengan nida’ yaitu untuk memberi perhatian dan peringatan, baik bagi Nabi, umatnya, maupun untuk menjadi pedoman kehidupan ini.
e. Pembukaan dengan sumpa (al-istiftah bi al-qasam).
Sumpah yang digunakan dalam pembukaan surat Al-quran ada tiga macam dan terdapat dalam 15 surat.
1) Sumpah dengan benda-benda angkasa, misalnya (والصفات) (Demi rombongan yang bersaf-saf) dalam QS. Al-Shaffat; (والنجم) (Demi bintang) dalam surat al-Najm; (زالمرسلات) (Demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa) dalam QS. Al-Nai’at; (والسماء ذات البروج) (Demi lagit yang memiliki gugusan bintang) dalam QS. Al-Buruj; (والسماء و الطارق) (Demi langit dan yang datang pada malam harinya) dalam QS al-Thariq; (والفجروليال عشر) (Demi fajar dan malam yang sepuluh) dalam QS. Al-Fajr; dan (والشمس والضحها) (Demi matahari dan cahanyanya di waktu duha) dalam QS. Al-Syams.
2) Sumpah dengan benda-benda bawah, misalnya (والذاريات ذروا) (Demi angin yang menerbangkan debu dengan sekuat-keuatnya) dalam QS. Al-Dzariyyat; (والطور) (Demi bukit Thur) dalam QS. Al-Thur; (والتين) (Demi buah Tin) dalam QS. Al-Thin; (والعاديت) (Demi kuda perang yang berlari kencang) dalam QS. Al-‘Adiyat.
3) Sumpah dengan waktu, misalnya (واليل) (Demi malam) dalam QS. Al-Layl; (والضحي) (Demi waktu duha) dalam QS. Al-Dhuha; (والعصر) (Demi waktu) dalam QS. Al-Ashr.
Hikmah dari fawatih al suwar dengan sumpah ini, pertama,agar manusia meneladani sikap bertanggung jawab; berbicara harus benar dan jujur dan berani berbicara untuk menegakkan keadilan;kedua, agar dalam bersumpah manusia harus senantiasa memakai nama-nama Allah bukan selain-Nya; ketiga, digunakannya beberapa benda sebagai sumpah Allah dimaksudkan agar benda-benda itu diperhatikan manusia dalam rangka mendekatkan diri keapda Allah, karena pada dasarnya, benda-benda itu ciptaan Allah.
f. Pembukaan dengan syarat (al-istiftah bi al-syarth).
Syarat yang digunakan dalam pembukaan surat Al-Quran ada dua macam dan digunakan dalam 7 surat, yakni: (1) (اذالشمس كورت) / Apabila matahari digulung dalam QS. Al-Takwir; (2) (اذالشماء انفطرت) /Apabila langit terbelah, dalam QS. Al-Infithar; (3) (اذالشماء انشقت) /Apabila langit terbelah, dalam QS. Al-Insyiqaq, (4) (اذا واقعت الواقعة) /Apabila terjadi hari kiamat , dalam QS. Al-Waqi’ah; (5) (اذاجاءك المنافقون) /Apabila orang-orang munafik datang kepedamu, dalam QS. Al-Munafiqun; (6) (اذا زلزلت الارض زلزالها) /Apabila bumi dogoncangkan dengan goncangan yang dahsyat, dalam QS. Al-Zaljalah; (7) (اذاجاءنصرالله والفتح) /Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dalam QS. Al-Nashr.
g. Pembukaan dengan kata kerja perintah (al-istiftah bi al-amr)
1) Dengan (اقرأ) bacalah, yang hanya terdapat dalam QS. Al-Alaq
2) Dengan (قل) katakanlah, yang terdapat dalam QS al-Jin, QS. Al-Kafirun, QS. Al-Falaq dan QS. Al-Nas.
h. Pembukaan dengan pertanyaan (al-istiftah bi al-istifham)
Bentuk pertanyaan ini ada dua macam yaitu:
1) Pertanyaan, positif yang pertanyaan dengan menggunakan kalimat positif. Pertanyaan ini digunakan dalam 4 pendahuluan suratAlquran, yaitu: (هل اتي علي الانسان حين من الدهر)Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa dalam QS. Al-Dahr, (عم يتساءلون . عن البإالعجيم) Tentang apakah mereka saling bertanya tentang berita yang besar, dalam QS al-Naba, (هل اتاك حديث الغاشية) Sudah datangkah kepadamu berita tentang hari pembalasan? Dalam QS. Al-Ghasyiyah, (ارايت الذي يكذب بالدين) Tahukah kamu orang-orang yang mendustakan agama? Dalam QS. Al-Ma’un.
2) Pertanyaan negatif, yaitu pertanyaan dengan menggunakan kalimat; negatif, yang hanya terdapat dalam dua surat, yakni (الم نشرح لك صدرك) Bukankah kami telah melapangkan dadamu untukmu,dalam QS. Al-Insyirah dan (الم تركيف فعل ربك بأصحب الفيل) Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah dalam QS. Al-Fil.
i. Pembukaan dengan doa (al-istiftah bi al-du’a)
Pembukan dengan doa ini terdapat dalam tiga surat. Yaitu: (ويل للمطففين) Kecelakaan besar bagi orang-orang yang curang, dalam QS. Al-Muthaffifin, (ويل لكل همزةلمزة) Kecelakaan bagi setiap pengumpat lagi pencela dalam QS. Al-Humazah, (تبتيدا ابي لهب وتب) Binasalah tangan Abu Lahab dan sungguh dia akan binasa dalam QS. Al-lahab.
j. Pembukaan dengan alasan (al-istiftah bi al-ta’lil)
Pembukan dengan alasan ini hanya terdapat dalam QS. Al-Quraisy (لإيلف قريش) Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.[2].
B. Kedudukan Pembuka Surat Al-Quran
Menurut As-Suyuti, pembukaan-pembukaan surat (awail Al-suwar) atau huruf-huruf potongan (Al-huruf Al-Muqatta’ah) ini termasuk ayat-ayat mutasyabihat. Sebagai ayat-ayat mutasyabihat, para ulama berbeda pendapat lagi dalam memahami dan menafsirkannya. Dalam hal ini pendapat para ulama pada pokoknya terbagi dua. Pertama, pertama ulama yang memahaminya sebagai rahasia yang hanya diketahui oleh Allah. As-Suyuti memandang pendapat ini sebagai pendapat yang mukhtar (terpilih). Ibnu Al-Munzir meriwayatkan bahwa ketika Al-Syabi ditanya tentang pembukaan-pembukaansurat ini berkata;
ان لكل كتاب صفوة وصفوة هذا الكتاب حرزف التهجي
Artinya:
“Sesungguhnya bagi setiap kitab ada sari patinya, dan sari pati Kitab (Al-Quran) ini adalah huruf-huruf ejaannya”.
Abu Bakar juga diriwayatkan pernah berkata:
في كل كتاب سر وسره في القران اوائل السور
Artinya:
“Pada setiap kitab ada rahasia, dan rahasianya dalam Al-Quran adalah permulaan-permulaan suratnya”.
Kedua, pendapat yang memandang huruf-huruf di awal surat-surat ini sebagai huruf-huruf yang mengandung pengertian yang dapat dipahami oleh manusia. Karena itu penganut pendapat ini memberikan pengertian dan penafsiran kepada huruf-huruf tersebut.
Dengan keterangan di atas, jelas bahwa pembukaan-pembukaan suratada 29 macam yang terdiri dari tiga belas bentuk. Huruf yang paliang banyak terdapat dalam pembukaan-pembukaan ini adalah huruf Alif (ا) dan lam (ل), kemudian Mim (م), dan seterusnya secara berurutan huruf Ha (ح), Ra (ر), Sin (س) Ta (ط), Sad (ص), Ha (ه), dan Ya’ (ي), ‘Ain (ع) dan Qaf (ق), dan akhirnya Kaf (ك), dan Nun (ن).
Seluruh huruf yang terdapat dalam pembukaan-pembukaan surat ini dengan tanpa berulang berjumlah 14 huruf atau separuh dari jumlah keseluruhan huruf ejaan. Karena itu, para mufassir berkata bahwa pembukaan-pembukaan ini disebutkan untuk menunjukkan kepada bangsa Arab akan kelemahan mereka. Meskipun Al-Quran tersusun dari huruf-huruf ejaan yang mereka kenal, sebagiannya datang dalam AlQuran dalam bentuk satu huruf saja dan lainnya dalam bentuk yang tersusun dari beberapa huruf, namun mereka tidak mampu membuat kitab yang dapat menandinginya. Pendapat ini telah dijelaskan secara panjang lebar oleh Al-Zamakhsari (wafat 538 H) dan Al-Baidhawi (wafat 728 H). pendapat ini dikuatkan oleh Ibn Taimiyah (wafat 728 H) dan muridnya, Al-Mizzi (wafat 742 H). Mereka menguraikan tantangan Al-Quran di turunkan dalam bahasa Mereka sendiri. Akan tetapi, mereka tidak mampu membuat kitab yang menyerupainya. Hal ini menunjukkan kelemahan mereka di hadapan Al-Quran dan membuat mereka tertarik untuk mempelajarinya.
Berikut ini dikemukakan beberapa riwayat dan pendala ulama:
“Dari Ibn Abbas tentang firman Allah: (الم), berkata Ibn Abbas:” Aku Allah lebih mengetahui”, tentang (المص) berkata Ibn Abbas:” Aku Allah akan memperinci”, dan tentang (الر) berkata Ibn Abbas: “Aku Allah melihat”. (Dikeluarkan oleh Ibn Abi Hatim dari jalan Abu Al-Duha).
“Dari Ibn Abbas, berkata ia: “alif lam ra, ha’mim, dan nun adalah huruf-huruf al-Rahman yang dipisahkan (dikeluarkan oleh Ibn Abi Hatim dari jalan Ikrimah)”.
“Dari Ibn Abbas tentang Kaf, Ha’, Ya’ Ain, Sad, berkata ia: “Kaf dari Karim (pemurah). Ha dari Hadin (pemberi petunjuk), Ya, dari Hakim (bijaksana), ‘Ain dari ‘Alim (Maha Mengetahui), dan Sad dari Sadiq (yang benar). (Dikeluarkan oleh Al-Hakim dan lainnya dari jalan Sa’id Ibn Jubair)
“Dari Salim Abd Ibn Abdillah berkata ia: (حم، الم) dan (ن) dan seumpamanya adalah nama Allah yang dipotong-potong”, (Dikeluarkan oleh Ibn Abi Hatim).
Dari Al-Saddiy, ia berkata: “Pembukaan-pembukaan surat adalah nama dari nama-nama Tuhan Jalla Jalaluh yang dipisah-pisah dalam Al-Quran”. (Dikeluarkan oleh Ibn Abi Hatim).
“Dari Ibn Abbas, berkata ia: (ص، طسم، الم) dan yang seumpamanya adalah sumpah yang Allah bersumpah dengannya, dan merupakan nama-nama Allah juga”.
(Dikeluarkan oleh Ibn Jarir dan lainya dari jalan Ali Ibn Abi Talhah).
Ada pendapat mengatakan bahwa huruf-huruf itu adalah nama-nama bagi Al-Quran, seperti Al-Furqan dan Al-Zikir. Pendapat lain mengatakan bahwa huruf-huruf tersebut adalah pembuka bagi surat-surat Al-Quran sebagaimana hanya qasidah sering diawali dengan kata (بل) dan (لا).
Dikatakan juga huruf-huruf ini merupakan peringatan-peringatan (tanbihat) sebagaimana halnya dalam panggilan (nida). Akan tetapi, di sini tidak digunakan kata-kata yang biasa digunakan dalam bahasa Arab, seperti (ألا) dan (أما) karena kata-kata ini termasuk lafal yang sudah biasa dipakai dalam percakapan. Sedangkan al-Quran adalah kalam yang tidak sama dengan kalam yang biasa sehingga digunakan alif (ا).
Sebagai peringatan (tanbih) lebih terkesan kepada pendengar. Yang belum pernah digunakan sama sekali sehingga lebih terkesan kepada pendengar.
Dalam hubungan ini sebagian ulam memandangnya peringatan (tanbih)kepada rasul agar dalam waktu-waktu kesibukannya dengan urusan manusia berpaling kepada Jibril untuk mendengarkan ayat-ayat yang akan disampaikan kepadanya. Sebagian yang lain memandangnya sebagai peringatan (tanbih) kepada orang-orang Arab agar mereka tertarik mendengarkannya dan hati mereka menjadi lunak kepadanya. Tampaknya, pandangan yang pertama kurang tepat karena Rasul sebagai utusan Allah dan yang terus-menerus merindukan wahyu tidak perlu diberi peringatan. Sedangkan pandangan yang kedua adalah lebih kuat karena orang-orang Arab yang selalu bertingkah, keras hati dan enggan mendengarkan ketenaran perlu diberi peringatan (tanbih) agar perhatian mereka tertuju kepada ayat-ayat yang disampaikan.
Di katakana juga bahwa Thaha (طه) dan Yasin (يس) berarti hai laki-laki atau hai Muhammad atau hai manusia. Pendapat lain memandang kedua Thaha (طه) dan Yasin (يس) sebagai nama bagi Nabi Saw.[3]
C. Pendapat Para Ulama Tentang Huruf Hijaiyah Pembuka Surat
Para ulama yang membicarakan masalah ini ada yang berani menafsirkannya, di mana huruf-huruf itu merupaka rahasia yang hanya Allah sendiri yang mengetahui-Nya.
Az-Zamarksyari berkata dalam tafsirnya “Al-Qasysyaf” huruf-huruf ini ada beberapa pendapat yaitu:
Merupakan nama surat
Sumpah Allah
Supaya menarik perhatian orang yang mendengarkannya.
As-Sayuti menukilkan pendapat Ibnu Abbas tentang huruf tersebut sebagai berikut:
(الم) berarti (انا الله اعلم), (المص) berarti (انا الله اعلم و افصل), (الر) berarti (انا الله اري), (كهيعص) diambil dari (كريم – هاد – حكيم – عليم - صادق) juga berarti (كان – هاد – تمين – عالم - صادق) Adh Dhahak berpendapat bahwa (الر) ialah: اناالله اعلم وارفع
dikatakan pendapat hanyalah dugaan belaka. Kemudian As-Suyuti menerangkan bahwa hal itu merupakan rahasia yang hanya Allah sendiri yang mengetahuinya.
al-Quwaibi mengatakan bahwasanya kalimat itu merupakan tanbih bagi Nabi, mungkin pada suatu saat Nabi dalam keadaan sibuk, maka Allah menyuruh Jibril untuk memberikan perhatian terhadap apa yang disampaikan kepadanya.
As-Sayid Rasyid Ridha tidak membenarkan Al-Quwaibi di atas, karena Nabi senantiasa dalam keadaan sadar dan senantiasa menanti kedatangan wahyu.
Rasyid Ridha berpendapat sesuai dengan Ar-Razi, bahwa tanbih ini sebenarnya dihadapkan kepada orang-orang Musyrik Mekkah dan Ahli Kitab Madinah. Karena orang-orang kafir apabila Nabi membacakan Al-Quran mereka satu sama lain menganjurkan untuk tidak mendengarkannya.
Disebut dalam surat Fusilat ayat 26:
tA$s%ur tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. Ÿw (#qãèyJó¡n@#x‹»olÎ; Èb#uäöà)ø9$# (#öqtóø9$#ur ÏmŠÏù÷/ä3ª=yès9 tbqç7Î=øós? ÇËÏÈ
Artinya:
“Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran Ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka". (QS. Fusyilat: 26)
Ulama salaf berpendapat bahwa “Fawatih Suwar” telah disusun semenjak zaman azali sedemikian rupa supaya melengkapi segala yang melemahkan manusia dari mendatangkannya seperti Al-Quran.
Oleh karena i'tiqad bahwa huruf-huruf ini telah sedemikian dari azalinya, maka banyaklah orang yang tidak berani mentafsirkannya dan tidak berani mengeluarkan pendapat yang tegas terhadap huruf-huruf itu. Huruf-huruf itu dipandang masuk golongan mutasyabihat yang hanya Allah sendiri yang mengetahui tafsirnya.
Huruf-huruf itu, sebagai yang pernah ditegaskan oleh Asy-Syabi, ialah rahasia dari pada Al-Quran ini.
Ali bin Abi Thalib pernah berkata:
“Sesungguhnya bagi tiap-tiap Kitab ada saripatinya. Saripati Al-Quran ini ialah, huruf-huruf Hijaiyah”.
Abu baker As-Shiddieqi pernah berkata:
“Di tiap-tiap kitab ada rahasianya. Rahasianya dalam Al-Quran ialah permulaan-permulaan surat”.
Dalam hal ini Prof. Hasbi As-Shiddieqi menegaskan bahwa dibolehkannya mentakwilkan huruf-huruf tersebut asal tidak menyalahi penetapan Al-Quran dan As-Sunnah. Dalam pada itu yang lebih baik kita serahkan saja kepada Allah.[4]
D. Khawatimuha Al-Suwar
Pengertian Khawatim al-Suwar
Khawatim merupakan bentuk jamak dari kata khatim , yang berarti penutup atau penghabisan. Secara bahasa, fawatih al-suwar berarti penutup surat-surat Al-Quran. Menurut istilah. Fawatih al-suwar adalah ungkapan yang menjadi penutup dari surat-surat Alquran yang memberi isyarat berakhirnya pembicaraan sehingga merangsang untuk mengetahui hal-hal yang dibicarakan sesudahnya.
Pembahasan Khawatim al-suwar ini telah dibahas oleh sebagian ulama, misalnya al-Suyuthiy maupun al-Zarkasyi. Namun, pembahasan kedua ulama ini masih sangat singkat. Dikatakan ringkas, sebagai dikatakan al-Zarkasyi, karena fawatih, itu baru dibahas 14 surat. Bahkan di akhir pembicaraannya, ia menyebutkan ia baru mengamati penutupan dari surat-surat Al-Quran dan sisanya akan diteliti orang lain.
Macam-macam kwatim al-suwar.
Menurut sementara penelitian terhadap penutup surat-surat Al-quran, sedikitnya fawatih al-suwar ada 18 macam.
a. Penutup dengan mengagungkan Allah (al-ta’zim), seperti (وهو علي كل شيء قدير), (Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), terdapat dalam QS: al-Maidah ayat 120; (ان الله بكل شيء عليم), (Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu) terdapat dalam QS. al.An’am ayat 75 dan surat-surat lainnya.
b. Penutupan dengan anjuran ibadah dan tasbih, seperti:
¨bÎ) tûïÏ%©!$# y‰ZÏã šÎn/u‘ ŸwtbrçŽÉ9õ3tGó¡o„ ô`tã ¾ÏmÏ?yŠ$t7Ïã¼çmtRqßsÎm6|¡ç„ur ¼ã&s!ur šcr߉àfó¡o„ )ÇËÉÏÈ
(Sesunnguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka bertasbih memuji-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud) terdapat dalam QS. al-A’raf ayat 206; (فاعبده وهو كل عليه وماربك بغافل عماتعملون), (Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Sekali-sekali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kalian kerjakan) terdapat dalam QS. Hud ayat 123, dan lain-lain.
c. Penutupan dengan tujuan (al-tamhid), seperti (وقل الحمدلله الذي لم يتخذولدا), (Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah yang tidak memiliki putra…) terdapat dalam QS. al-Isra ayat 111: (وقل الحمدلله سيركم اياته فتعرفونها وماربك بغافل عما تعملون) (Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kalian akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lupa terhadap apa yang kalian lakukan) terdapat dalam QS. al-Naml ayat 93 dan contoh-contoh lainnya.
d. Penutupan dengan doa, seperti (وقل ؤباغفرورحموانت خير الراحمين) (Dan katakanlah: “Ya Tuhanku berilah ampunan dan berilah rahmat, dan Engkau pemberi rahmat yang paling baik) terdapat dalam QS. al-Mu’minun ayat 118, dan contoh-contoh lainnya.
e. Penutupan dengan wasiat, seperti (فاصبر ان وعد الله حق ولايستخفنك) (Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah benar, sekali-kali janganlah orang-orang yang meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu) terdapat dalam QS. al-Rum ayat 60, (فأرتقب انهم مرتقبون) (Maka tunggulah, sesungguhnya mereka itu menunggu pula) terdapat dalam QS. al-Dukhan ayat 59, dan contoh-contoh lainnya.
f. Penutupan dengan perintah dan masalah takwa, seperti (وانقواالله لعلكم تفلحون) (Dan bertakwalah kepada Allah, agar kalian beruntung) terdapat dalam QS. Ali Imran ayat 200 dan contoh-contoh lainnya.
g. Penutupan dengan masalah kewarisan, seperti terdapat dalam QS al-nisa. Ayat 176.
ybÎ)ur (#þqçR%x. Zouq÷zÎ) Zw%y`Íh‘ [ä!$|¡ÎSurÌx.©%#Î=sù ã@÷WÏB Åeáym Èû÷üu‹s[RW{$# 3ßûÎiüt6ムª!$# öNà6s9 br& (#q=ÅÒs? 3 ª!$#urÈe@ä3Î/ >äóÓx« 7OŠÎ=tæ ÇÊÐÏÈ
“Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) Saudara-saudara laki dan perempuan, Maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”
h. Penutupan dengan janji dan ancaman (al-wa’d wa al wa’id), seperti (وانه لغفور رحيم) (Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) terdapat dalam QS. al-Muzzammil ayat (عليهم نار مؤصدة) (Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat) terdapat dalam QS. al-Humazah ayat 20, dan contoh-contoh lainnya.
i. Penutupan dengan hiburan bagi Nabi, seperti (انشانئك هو الأبتر) (Sungguh orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus) terdapatlah dalam QS. al-Kafirun ayat 6. (لكم دينكم ولي دين) (Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku), dan contoh-contoh lainnya.
j. Penutupan dengan sifat-sifat Alquran, seperti dalam QS. Yusuf ayat 111, QS. Shad ayat 87-88, dan QS. al-Qalam ayat 52
k. Penutupan dengan bantahan (al-jadl), seperti terdapat dalam QS. Al-Ra’d ayat 43.
l. Penutupan dengan ketauhidan, seperti terdapat dalam QS. Al-Tawbah ayat 129, QS. Ibrahim ayat 52, QS. Al-Qahf ayat 110, QS. Al-Qashash ayat 88, QS. Al-Layl ayat 19-21, QS. Al-Insyirah ayat 7-8, QS. Ak-Ikhlash ayat 3-4.
m. Penutupan dengan kisah, seprti terdapat dalam QS. Maryam ayat 98, al Tahrim ayat 12, QS. ‘Abasa ayat 42, dan QS. Al-FIl ayat 5.
n. Pentuupan dengan anjuran jihad, seperti terdapat dalam QS. Al-Hajj ayat 78.
o. Penutupan dengan perincian maksud, seperti terdapat dalam QS. Al-Fatihah ayat 6-7, QS. Al-Syu’ara ayat 53, QS. Al-Takwir ayat 27-29, QS. Al-Qard ayat 3-5, QS. Al-Qari’ah ayat 9-11, QS. Al-Quraisy ayat 3-4, QS. Al-Nisa ayat 4-6.
p. Penutupan dengan pertanyaan, seperti terdapat dalam QS. Al-Mulk ayat 30 dan al-Mursalat ayat 50.
Sebagaimana pembuka surat, penutupan surat pun memiliki keindahan tertentu. Alasannya, penutup surat merupakan akhir kesan yang di dengan (dibaca) dari suratbersangkutan. Oleh karena itu, penutup surat memuat kandungan yang sarat dengan makna.[5]


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari segi bahasa, fawatihus suwar berarti pembukaan-pembukaan surat, karena posisinya yang mengawali perjalanan teks-teks pada suatu surat. Apabila dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah, huruf cenderung ‘menyendiri’ dan tidak bergabung membentuk suatu kalimat secara kebahasaan. Dari segi pembacaannya pun, tidaklah berbeda dari lafazh yang diucapkan pada huruf hijaiyah.
Ibnu Abi Al Asba’ menulis sebuah kitab yang secara mendalam membahas tentang bab ini, yaitu kitab Al-Khaqathir Al-Sawanih fi Asrar Al-Fawatih. Ia mencoba menggambarkan tentang beberapa kategori dari pembukaan-pembukaan surat yang ada di dalam Al-Quran. Pembagian karakter pembukaannya adalah sebagai berikut.Pertama, pujian terhadap Allah swt yang dinisbahkan kepada sifat-sifat kesempurnaan Tuhan. Kedua, yang menggunakan huruf-huruf hijaiyah; terdapat pada 29 surat. ketiga, dengan mempergunakan kata seru (ahrufun nida), terdapat dalam sepuluh surat. lima seruan ditujukan kepada Rasul secara khusus. Dan limayang lain ditujukan kepada umat. Keempat, kalimat berita (jumlah khabariyah); terdapat dalam 23 surat. kelima, dalam bentuk sumpah (Al-Aqsam); terdapat dalam 15 surat
Khawatim merupakan bentuk jamak dari kata khatim , yang berarti penutup atau penghabisan. Secara bahasa, fawatih al-suwar berarti penutup surat-surat Al-Quran. Menurut istilah. Fawatih al-suwar adalah ungkapan yang menjadi penutup dari surat-surat Alquran yang memberi isyarat berakhirnya pembicaraan sehingga merangsang untuk mengetahui hal-hal yang dibicarakan sesudahnya.

DAFTAR PUSTAKA
al-Hasni, Mahmud bin Alawi al-Maliki, Mutiara Ilmu-ilmu Al-Quran,Bandung, Pustaka Setia, 1998.
Chirzin, Muhammad, Al-Quran dan Ulumul Qur’an, Yogyakarta, PT Dana Bhakti Prima Yasa, 1998.
Rofi’i, Ahmad & Ahmad Syadali, Ulumul Quran I, Bandung, Pustaka Setia, 1997.
Supiana, & M. Karman, Ulum Quran, Bandung, Pustaka Islamika: 2002.

[1]Drs. Muhammad Chirzin, Al-Quran dan Ulumul Qur’an, (Yogyakarta: PT Dana Bhakti Prima Yasa, 1998), h. 61.
[2]Supiana, M, Ag- M. Karman, M. Ag. Ulum Quran, (bandung: Pustaka Islamika: 2002), h.172-178.
[3]Drs. H. Ahmad Rofi’i. H. Ahmad Syadali, M.A. Ulumul Quran I, (Bandung: Pustaka Setia, 1997), 186-189.
[4]Ibid. h. 190-192.
[5]Drs. Mahmud bin Alawi al-Maliki al-Hasni, Mutiara Ilmu-ilmu Al-Quran,(Bandung: Pustaka Setia, 1998), h. 299.



;;